Senin, 08 Agustus 2011

Tanpa dirimu

Awal tahun ke-2 ku di SMA merupakan masa dimana aku dipersiapkan untuk lebih matang dalam berpikir. Aku dimasukkan ke kelas IPS 1. Merupakan jurusan yang tidak aku inginkan, tetapi apa dayaku, kriteria nilaiku tidak mencukupi untuk masuk ke jurusan IPA yang merupakan jurusan idamanku. Singkat cerita, setelah menjadi Danton 2 saat upacara pembukaan tahun ajaran baru, aku pun bergegas masuk ke kelasku yang berada di lantai 2. Ketika sampai teman-temanku heran karena aku dikira masuk jurusan IPa. "Baw, katanya kau masuk IPa?" tanya Doni. Aku hanya nyengir dan berkata "Ilmu Pengetahuan Akuatansi aku." ngelesku. Bel jam pertama berbunyi, aku pun duduk di sebelah Oboy. Aldean <ex-XE RSBI> mempunyai usul untuk melakukan pemilihan ketua kelas. Kami pun melakukannya dan aku dicalonkan sebagi ketua kelas.Saat penghitungan suara, aku menang dari 2 calon lain Aldean dan M.Ilham. Singkat cerita lagi, aku resmi menjadi ketua kelas XI IPS 1. Aku pun mulai memperhatikan satu per satu bawahanku. Ada 3 cewek yang bikin hatiku kepincut. Tapi satu diantaranya sudah punya pacar. Tinggal 2 orang lagi, akhirnya aku memilih mendekati satu cewek, si "P".
Langkah pertamaku, aku add dia punya fb selang beberapa hari dia memkonfirmasinya. 2 hari kemudian ketika aku lagi buat ini blog, tiba dia chat aku, saat itu aku belum ada respons. Kami pun chat cukup lama', hingga aku mengutarakan isi hatiku. Aku merasa bersalah sekali karena kami baru kenal dekat. Akhir dari chat itu aku meninggalkan nomor handphoneku. Selang beberapa menit dia merespons dengan mengirimi aku pesan, kalu nomor pengirim pesan adalah nomor dia. Aku pun sangat senang ketika melihatnya, aku pun berusaha untuk PDKT, tapi dasar dari awalnya aku bodoh, aku kembali menyakan pertayaan yang sama dalam waktu yang relatif singkat. Aku sudah mengira ini pasti akan sia-sia, dan ketika aku telah mulai mengerti ini tidak perlu aku lakukan lagi. Aku mencoba untuk menghindar darinya. Tapi aku tidak bisa melakukannya, aku terlanjur cinta dengan dirinya. Hingga saat ini aku tidak bisa untuk melupakannya, bahkan dalam mimpi tidurku, aku sering bermimpi tentang dirinya. Semakin aku ingat dirinya semakin aku termotivasi tetapi itu juga membuat hatiku ini sakit. Sudahlah tidak guna aku untuk meratapi ini, biarkanlah dia sebagai bunga dalam kehidupanku, jika kami berjodoh, Allah pasti akan menyatukan kami. Yang penting aku berusaha agar kehidupanku tidak seperti ini hingga aku menutup mata.
"Know that I will love you until whenever."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar