Jumat, 28 Oktober 2011

Dari Follback turun ke Hati

10 Oktober merupakan pertama kali aku mengenal dirimu, berawal dari permintaan follback di twitter , dan dilanjutkan dengan gurau2an kecil hingga satu minggu berlalu kami pun saling twitteran. Hingga akhirnayaku beraniakn diri untuk meminta nomor handphonenya. Satu hari aku menunggunya merespons DM ku, akhirnya aku di sms dengan isi Ardy Pratama, aku binggung awalnya aku berfikir teman2 ku yang mengerjai aku. Ternyata baru ku tahu dia merespon pesan ku tersebut. Aku sangat senang sekali, aku pun saling sms-an. Aku sangat asyik sms-an dengan dia. Dari awal aku sudah berfikir kalau dia orang yang asyik dan itu dibuktikan dengan smsnya. Walau aku belum pernah bertemu dia, tapi aku berfikir dia snagat asyik untuk seorang cewek. Beberapa hari sebelum posting ini aku buat, aku mulai berfikir untuk menjadikannya kekasihku? Tapi apalah dayaku! Aku tidaklah setampan cowok lain, aku tidak kaya dan aku tidaklah terlalu pintar. Aku takut dia tidak menerimaku.

"saat semuanya telah berbeda apa yang kita rasa
ku tak ingin engkau terluka
memang kita beum terbiasa atau mungkin tak bisa bersama
tapi ku ingin kau percaya
ku tak ingin kau terluka

hanya kali ini ku tak ingin kau pergi
walau sejenak tuk pejamkan mata ini

mungkin waktu ini terlalu ...lama bagi ku untuk memintamu selalu ada di sampingku"
song : Still Virgin - Dear Ndut!

Semoga orang yang ku maksud membacanya :)

Sabtu, 10 September 2011

Hal yang ingin dicapai 2011-2013

01. Menjabat sebagai Ketua OSIS/ Wakil Ketua OSIS SMAN 2 Pontianak Periode 2011-2012
02. Mengkukuhkan adik-adik Paskibra Angkatan XX SMAN 2 Pontianak
03. Ikut berpartisipasi dalam lomba-lomba Paskibra
04. Menjadi Capaskibraka 2012 (Kota/Provinsi/Nasional)
05. Menjadi juara umum di jurusan IPS SMAN 2 Pontianak
06. Dikukuhkan sebagai Paskibraka 2012
07. Menjadi pengibar bendera pusaka dengan predikat Paskibraka
08. Ikut G-AKSI 2012
09. Menjadi Taruna AKPOL 2013
10. Dapat masuk Korps Poltar AKPOL.


"Ditulis dengan warna hijau adalah cita-citaku"

Sabtu, 27 Agustus 2011

Tak Ada Jalan Pintas


Keberhasilan tak diperoleh begitu saja. Ia adalah buah dari pohon kerja keras yang berjuang untuk tumbuh. Jangan terlalu berharap pada kemujuran. Apakah kalian tahu apa itu kemujuran? Apakah kalian dapat mendatangkan kemujuran sesuai keinginan kalian? Padahal kita tahu, kita tak selalu mampu menjelaskan dari mana datangnya.
Sadarilah bahwa segala sesuatu berjalan secara alami dan semestinya. Layaknya proses mendaki tangga, kalian melangkahkan kaki kalian melalui anak tangga satu per satu. Tak perlu repot-repot membuang waktu kalian untuk mencari jalan pintas, karena memang tak ada jalan pintas. Sesungguhnya kemudahan jalan pintas itu takkan pernah memberikan kepuasan sejati. Untuk apa kalian berhasil jika kalian tak merasa puas?
Hargailah setiap langkah kecil yang membawa anda maju. Janganlah melangkah dengan ketergesaan, karena ketergesaan adalah beban yang memberati langkah saja.
Amatilah jalan lurus kalian. Tak peduli bergelombang maupun berbatu, selama kalian yakin berada di jalan yang tepat, maka melangkahlah terus. Ketahuilah, jalan yang tepat itu adalah jalan yang menuntun kalian menjadi diri kalian sendiri.

Rabu, 24 Agustus 2011

Sejarah AKPOL

A. Masa Perang Kemerdekaan ( 1945 - 1950 )
17 Agustus 1945 : Beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para guru/instruktur bangsa Indonesia di Jawa Keisatsu Gakko Sukabumi mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang dan nama Jawea Keisatsu Gakka diganti menjadi Sekolah p[olisi Negara RI di Sukabumi. Karena situasi perjuangan yang meningkat, pendidikan perwira dipindah ke Mertoyudan.
17 Juni 1946 : Berdasarkan Menteri Dalam Negeri No. 12/9/22, diresmikan Kader Kepala Bagian Tinggi ( Pendidikan Komisaris Polisi ) yang kemudian menjadi Akademi Kepolisian dan Pendidikan Kader Kepala Bagian Menengah bertempat di Mertoyudan Kabupaten Magelang.


1 September 1946 : Akademi Polisi pindah dari Mertoyudan ke Jl. Senopati - Jogjakarta.
27 Desember 1959 : Akademi Polisi dipindah ke Jakarta di Jl. Tambak No. 2 ( Skep Perdana Menteri No.47/PM/II/50)


1 September 1950 : Nama Akademi Polisi berubah menjadi Perguruan Tinggi Ilmu Polisi
B. Masa Setelah Perang Kemerdekaan (1950 -1965 )
14 September 1950 : Dengan Skep Menteri Dalam Negeri No: 15/2/I/Pol, dimulai penerimaan mahasiswa angkatan III.
30 Agustus 1954 : Dengan Skep Perdana Menteri No: 87/PM/II/1954, merubah sistem pendidikan dari bagian persiapan dan bagian keahlian ( masing-masing 2 tahun) diubah menjadi Bacaloreat dan Doktoral (masing-masing 3 tahun). Dengan SK tersebut dari tahun 1956 s/d 1958 PTIK tidak menerima mahasiswa baru.
1 Agustus 1958 :
Diadakan penerimaan mahasiswa PTIK angkatan VIII dari daerah-daerah
C. Masa Integrasi Akademi Angkatan
10 Juli 1959 : Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisis Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian.
1 Oktober 1965 : Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M , pada tanggal 1 Oktober ini kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Untuk selanjutnya AAK berubah statsu menjadi bagiann Bacaloreat PTIK.
16 Desember 1966 : AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian.
29 Januari 1967 : Dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti oendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun.
1 Juli 1980 : Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA.
28 Januari 1985 :
Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita diatas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti dibawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri " Bhineka eka Bhakti " menjadi lambang Polri "Tribrata"

D. Akademi Kepolisian Mandiri


10 April 1999 : Berdasarkan TAP MPR No. X/MPR/1998 tentang Pokok-Pokok Reformasi Pembangunan diinstruksikan kepada Presiden untuk melaksanakan agenda reformasi dibidang hukum dalam bentuk pemisahan tugas, fungsi dan wewenang aparatur penegak hukum. Atas dasar itu, keluarlah Instruksi Presiden No.2 tahun 99 sebagai langkah kebijaksanaan dalam rangka pemisahan Polri dari ABRI ( ditetapkan tanggal 8 Maret 1999), ditindaklanjuti dengan keputusan Menhankam Pangab No.: Kep/05/P/III/1999 tanggal 1 April 1999 tentang pelimpahan wewenang pembinaan Polri dari Pangab ke Menhankam sebagai tindak lanjut, keluarlah Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI.


24 April 2003 : Sejalan dengan Pencanangan Akademi Kepolisisan sebagai Etalase Pendidikan Polri oleh Bapak Kapolri Jenderal polisis Da'i Bachtiar, pada tanggal 24 Oktober 2003 bersamaan dengan acara Defile Senja yang pertama kali dilakukan untuk menandai selesainya Pendidikan Bhayangkara, diresmikan pula Penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata "Atmaniwedana - Kretakarma - Aryawirya" dengan kata-kata "Dharma - Bijaksana - Ksatria" dan pita bertuliskan "Akademi Kepolisian" yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata. Bersamaan dengan itu, tampilan Akademi Kepolisian telah berubah pula secara demikian signifikan memasuki paradigma baru tampilan Akademi Kepolisian sebagai Etalas Pendiikan Polri telah berhasil merubah Akademi Kepolisian pada semua sisi, sehingga bisa menampilkan Akademi Kepolisian yang lebih mendekati kaeinginan masyarakat yaitu mencetak Perwira-Perwira Polri yang mampu melayani dan melindungi masyarakat.

Sabtu, 20 Agustus 2011

The Last

Memang saat pertama kali itu terjadi aku sulit untuk menerimanya, karena aku berfikir kamu itu segalanya. Tetapi setelah ada seseorang yang memberi aku motivasi kalau kamu itu memang tidak diciptakan untuk menghiasi hari-hari ku. Walaupun begitu bayanganmu masih sering melintas di pikiranku. Aku mencoba untuk melawannya, tapi itu tidak bisa karena perasaan itu masih melekat didalam hatiku. Aku mencoba mengikutinya dengan membantu dirimu ketika kau kesusahan, karena dengan begitu aku bisa mengobati kerinduan ku terhadap dirimu, karena walau kita di tempat yang sama, kita jarang sekali berbicara. Kalau kau boleh tahu melihatmu saja membuatku bahagia, apalagi bisa hadir dalam hari-harimu, aku menganggap itu sebagai mukjizat yang luar biasa. Tapi aku sadar hatimu itu bukan untukku.
Beruntunglah laki-laki yang bisa menjadi pendaping hidupmu kelak, semoga bahagia kamu dengan laki-laki itu karena kebahagianmu itu merupakan kebahgianku juga. Aku harap aku tidak melupakan orang yang membuat aku bisa berubah seperti dirimu, melupakan senyum yang manis itu, tawa itu semoga bisa tetap aku dengar. 
Dan untukmu orang yang aku maksud di posting ini, jangan sungkan meminta bantuanku dan berbicara padaku.
Tetaplah menjadi dirimu yang aku kenal sebagai wanita yang ceria, teruslah kejar cita-citamu dan jangan pernah untuk berputus asa karena aku tahu kamu orang yang sulit untuk menyerah.
So... I always Love You

Selasa, 09 Agustus 2011

Mimpi itu Tentang Dirimu.

Sesuatu terindah yang semoga aku alami kelak.
"Saat itu aku berbaris tegak bersama teman-teman satu angkatan ku. Seragam abu-abu khas dibalut dengan jas hitam dan dasi hitam dan juga sesuatu yang bikin aku dan orang tuaku bangga yaitu satu balok emas di pangkatku. Hari ini aku bersiap dilantik menjadi anggota Polri setelah 4 tahun lamanya aku bersekolah di AKPOL. Setelah upacara selesai, aku pun menemui orang tuaku yang menangis terharu, dan aku pun sudah resmi sebagai IPDA Pol. Ardian Pratama. Aku pun berfoto dengan kedua orang tuaku dan beberapa hari kemudian aku kembali ke Pontianak. Setelah di Pontianak, aku mendapatkan undangan Reuni SMA angkatanku. Keesokan harinya, aku pun pergi ke reuni tersebut dengan memakai baju dinas karena aku masih tahap magang. Di acara itu aku bertemu semua teman-temanku yang dulu kerap nakal bersamaku. Tidak terkecuali si "P". Dia merupakan cewek yang aku sukai waktu SMA. Saat itu aku melihatnya sangat cantik, getaran cinta yang 5 tahun lalu mulai hilang, kini kembali muncul. Senyumnya yang khas membuat aku tak bisa melepukannya. Saat acara selesai , sesuai anjuran temanku. Agar aku menyatakan kembali cintaku. aku menturutinya dan naik ke atas podium dan mengatakan semuanya, setelah itu aku turun dan menghampiri dirinya, layaknya Upacara pengangkatan ibu asuh dalam AKPOL. Aku duduk setengah bersimpuh di depannya dan mengatakan hal yang sama seperti 5 tahun yang lalu. Dia awalnya heran, tapi akhirnya menerima. Aku sangat bahagia dua hal yang aku impikan telah terwujud. Yaitu menjadi seorang Abdi Negara dan mendapatkan hatinya."